LARI JOEY!

      "Uh, bosan sekali di sini," gumam Joey. Entahlah, ia memang selalu merasa sendirian di tengah kebisingan jalan raya.
"Aha, aku punya ide!". Dengan langkah cepat bak prajurit yang ingin perang, ia kayuh sepedanya menuju rumah temannya, Alena.
      "Assalamualaikum, Alena!" Ucap Joey sembari mengetuk pintu.
"Ada apa Joey?" Tanya Alena yang bingung akan kedatangan Joey. 
"Kita main ke sungai yuk!" Ajak Joey.
"Yuk!" Jawab Alena bersemangat.
      Kemudian mereka mengajak teman-teman yang lainnya untuk bersama- sama ikut bermain ke sungai.
      Siang itu matahari telah naik dengan panasnya yang berapi-api. Joey membawa sepedanya melesat bagai pesawat dengan pilot handalnya. Langkah nya yang diiringi angin membuat rambutnya bak mayang terurai, diikuti dedaunan yang melambai-lambai tertiup angin. Di belakangnya, teman-temannya mengikuti kayuhan sepeda nya bagai dayang yang sedang mendampingi sang ratu. Matanya tak pernah diam, selalu menatap ke kanan-kiri , kagum menatap hamparan sawah di sekitarnya.
      Tak butuh waktu lama, Joey dan teman-temannya telah sampai di sungai yang dituju.
      Air sungai itu bening bak embun pagi yang tak ternoda. Air itu seakan memanggilnya agar cepat menikmati sejuk nya ia.
      " wah! Ayo kita bermain air!" Ucap Alena bersemangat 
      Joey duduk di tepi sungai dan bermain air sungan bersama teman- temannya.
"Sejuk sekali air sungai -nya!" Gumam Alena.
      Saat sedang asyik-asyiknya bermain air sungai, Joey melihat dari arah belakang, ada orang gila yang menuding-nudingkan telunjuknya tepat ke arah Joey. 
      "Ada orang gilaaa! Lariiii!" Teriak Joey dengan suara kerasnya.
Mendengar teriakan Joey, teman-temannyanpun saling berlari tunggang langgang menuju sepedanya masing-masing. Orang gila itu masih mengejar, dengan larinya yang cepat lakasana busur yang melepaskan panahnya. Joey panik dan takut, ia dan teman-temannya terus berlari .
      Di tengah ketakutannya, Joey melihat ada seorang petani tua. Petani itu terlihat masih memiliki jiwa mudaiyang membara. Tanpa berfikir panjang, Joey akhirnya meminta bantuan kepada petani tua itu u tuk menyuruh orang gila itu pergi.
      "Mang, tolong, di sana ada orang gila yang mengejar saya ," ucap Joey sembari menunjuk ke arah orang gila itu. Dengan sigap bak superhero dalam serial marvel , petani itu menuju ke arah orang gila itu dan memarahinya. Di belakang, Joey melihat wajah Alena yang sama takutnya dengan Joey. 
      Kemudian orang gila itu pergi setelah dimarahi sang petani. Joey dan teman-temannya mengucapkan terima kasih pada petani tua itu. Siang itu Joey dan teman-temannya pulang ke rumah. Pohon-pohon menjadi saksi bisu perasaan takut seorang Joey terhadap orang gila.

Komentar